Manajemen keuangan bisnis hijau

Manajemen keuangan bisnis hijau

Blog Keuangan dan Bisnis – Manajemen keuangan bisnis hijau menjadi isu penting karena desakan eksternal, berlanjutnya kenaikan harga sumber daya alam, penemuan teknologi bersih, pengaruh besar dari perubahan iklim, menipisnya sumber daya alam tidak terbarukan, dan meningkatnya beban sosial dari dampak negatif kegiatan bisnis. Bisnis hijau menjadi penting karena desakan internal yaitu perubahan pola pikir eksekutif perusahaan bahwa bisnis hijau adalah bisnis masa depan yang harus dimulai dari sekarang. Menjalankan bisnis hijau bukan karena beban moral atau tanggung jawab sosial perusahaan tetapi para eksekutif perusahaan lebih yakin bahwa bisnis hijau membuka peluang untuk meningkatkan laba perusahaan dan menjaga keberlanjutan keunggulan bersaing perusahaan.

Definisi manajemen bisnis hijau yaitu suatu kegiatan bisnis yang menggunakan inovasi sebagai alat untuk mencapai keberlanjutan sumber daya alam, pengurangan pemborosan sumber daya alam, meningkatkan kemakmuran sosial, dan memberi keunggulan bersaing perusahaan. Perusahaan yang memakai manajemen bisnis hijau adalah perusahaan yang sanggup memperluas tujuan keuangan perusahaan selain mencari keuntungan ekonomi juga meningkatkan kemakmuran sosial, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Bagi perusahaan yang sudah mulai melakukan transformasi ke bisnis hijau tentunya juga mulai mengimplementasikan manajemen bisnis hijau. Tujuan manajemen keuangan bisnis hijau bagi perusahaan di Indonesia telah mulai diperluas ke berbagi kemakmuran, yaitu kemakmuran pemegang saham, kemakmuran sosial, dan keberlanjutan sumber daya alam. Ketiga kemakmuran tersebut menjadi satu dalam tujuan manajemen keuangan bisnis hijau.

Perubahan penting dari keuangan bisnis hijau yaitu memasukkan kemakmuran sosial dan keberlanjutan sumber daya alam sebagai kriteria penciptaan nilai dalam pengambilan keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan alokasi sumber daya perusahaan. Dalam penciptaan nilai, pada mulanya tradisional keuangan perusahaan hanya berfokus pada satu tujuan yaitu maksimisasi nilai untuk peningkatan kemakmuran pemegang saham. Tetap dalam keuangan bisnis hijau, penciptaan nilai untuk memenuhi beragam tujuan bagi para pemangku kepentingan perusahaan. Artinya, dalam Keuangan bisnis hijau, teori pemangku kepentingan Perusahaan menuntut direktur keuangan untuk membuat keputusan keuangan bisnis hijau dengan memperhatikan seluruh kepentingan para pemangku kepentingan perusahaan. Diantaranya yaitu pada pemegang saham, kelompok sosial, dan pemakai lainnya sumber daya alam.