Perjalanan Esport Star Indonesia 2020 akhirnya tuntas. Diadakan sejak pertengahan tahun lalu dan melibatkan 22.000 pendaftar, Grand Final Esport Star Indonesia menghasilkan tim jawara, Tim Blue Rhinos.

Semua peserta disaring satu per satu, termasuk wawancara langsung dengan pro player. Kemudian tersaring 40 peserta yang berlaga dalam kompetisi Esport Star Indonesia 2020. Di grand final, ada dua tim terbaik yang bertarung yakni Blue Rhinos dan Red Tigers.

Esport Star Indonesia yang diselenggarakan oleh GTV merupakan salah satu ajang pencarian bakat-bakat muda di industri esport Tanah Air. “Kami ingin menjadi suatu platform untuk bisa membantu anak-anak muda menyalurkan talentanya,” kata Managing Director GTV, Valencia H Tanoesoedibjo saat perhelatan babak final di Studio RCTI+, Kebon Jeruk, Jakarta yang disampaikan kepada berita esport.

Terlebih, menurut Valencia, stigma industri gaming di Indonesia masih cukup buruk. Padahal secara global, gaming sudah disadari oleh masyarakat dunia sebagai ajang olahraga.

Sementara di Indonesia, esport sebagai olahraga baru mulai berjalan. Valencia melihat masih banyak anak-anak muda yang memang berminat di industri ini.

Selain itu, esport juga bisa menjadi wadah untuk berkarya dan berkarier sebagai pro player , caster, atau content creator . “GTV siap menjadi wadah untuk menyalurkan bakat anak-anak muda itu,” tambahnya.

Valencia menuturkan, sebagai pionir untuk mengadakan pencarian bakat esports melalui televisi di Indonesia, pihaknya akan terus melanjutkan ajang serupa ke musim-musim berikutnya. “Harapannya berjalan lancar sehingga bisa menjadi wadah positif untuk anak-anak muda merealisasikan mimpi-mimpinya,” harapnya.

By toha