Dongeng Anak: Kisah Persahabatan Tupai Dan Ikan Gabus - Dunia Anak

Apabila sekarang ini mama memiliki anak yang tengah dalam masa pertumbuhan, alangkah baiknya jika bunda sudah menanamkan minat membaca pada sang buah hati sejak dini. Dan dalah satu cara untuk menanamkan minat baca tersebut adalah dengan membacakan dongeng sebelum tidur pada anak. Karena dengan membacakan dongeng sebelum tidur pada anak, secara tidak langsung bisa membuat sang anak tertarik dengan membaca buku, terutama buku dongeng.

Selain itu, dengan membacakan dongeng pada anak sebelum tidur, tentunya hal ini bisa mempererat hubungan antara mama dengan si kecil. Karena dengan membacakan dongeng bisa menjadi sarana berkumpul antara anak dengan mama, setelah seharian mama disibukkan dengan segala aktivitas sehari-hari.

Ada banyak berita terkini online yang bisa bunda bacakan pada anak, salah satunya adalah yang berjudul Persahabatan Tupau dan Ikan Gabus. Mari kita simak cerita selengkapnya dibawah ini.

Persahabatan Tupai dan Ikan Gabus

Diceritakan adanya sebuah persahabatan yang sangat erat antara Ikan Gabus dan Tupai. Dimana, mereka berdua hidup saling membantu satu sam lain. Jika Tupai sedang mengalami kesusahan, maka Ikan Gabus akan membantunya. Begitupun sebaliknya.

Pada suatu hari, Ikan Gabus jatuh sakit dan tidak mau makan apapun. Tentunya hal ini membuat Tupai sangat khawatir.

“Kau ingin makan apa, Ikan Gabus? Aku akan mencarikan untukmu,” tanya Tupai.

“Aku ingin memakan hatu hati ikan Yu, Tupai.” jawab Ikan Gabus.

Sang Tupai menjadi bingung setelah mendengar jawaban dari teman dekatnya itu. Bagaimana tidak? Ikan Yu merupakan ikan yang sangat besar, ganas, dan kuat. Ikan Yu juga tinggal di laut. Tentunya ini merupakan hal yang sulit sekaligus berbahaya bagi dirinya untuk memenuhi permintaan dari Ikan Gabus.

Sang Tupai berhari-hari berpikir bagaimana cara menadapatkan hati Ikan Yu. Namun, semakin lama ia berpikir, sakit Ikan Gabus juga menjadi semakin parah.

“Aku harus cepat bertindak,” ujar Tupai.

Ia pun segera pergi ke laut. Memanjat pohon, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Perjalanan ini tidaklah mudah bagi Tupai. Namun, akhirnya Tupai sampai juga di laut.

Di tepi laut yang banyak pohon kelapanya. Ia duduk termenung di salah satu pelepah daun kelapa, sembari melihat Ikan Yu yang sedang berenang di laut.

“Apa yang harus aku lakukan?” gumam Tupai.

Tiba-tiba ia punya ide. Tupai mengambil satu kelapa, melubangi, dan memasukinya. Lalu kelapa tersebut ia bawa ke tepi pantai, supaya terbawa ombak. Seketika ada ombak besar yang membawa kelapa berisi Tupai tersebut ke tengah laut, tempat Ikan Yu berenang.

Lalu Ikan Yu melahp buh kelapa yang di dalamnya ada Tupai. Saat kelapa masuk ke dalam perut, Tupai keluar dari dalam kelapa. Kemudian ia bergegas mengambil hatik Ikan Yu. Ikan Yu pun sangat kesakitan. Akhirnya Ikan Yu tersebut terdampar ke pantai. Saat itulah, si Tupai keluar dari perut Ikan Yu.

Lalu ia pulang dengan rasa gembira karena berhasil mendapatkan hati Ikan Yu yang langsung diberikan kepada Ikan Gabus. Ikan Gabus pun sangat senang.

“Terimakasih, Tupai. Kau telah menolongku,” kata Ikan Gabus.

Beberapa hari setelah makan hati Ikan Yu, sang Ikan Gabus pun sembuh. Sehingga mereka berdua pun bisa bermain bersama lagi. Mereka hidup bahaia karena saling tolong menolong satu sama lain.

Adapun pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita dongeng di atas adalah kita harus saling tolong menolong dengan siapa pun, apalagi dengan teman dekat.

By sartika