Sebelum lanjutkan artikel Bagaimana Hukum Terlambat Melaksanakan Aqiqah Anak, Simak Yuk!, Sekedar kami info:

Jika anda berminat mencari Jasa Aqiqah Terpercaya dan Profesional dengan harga murah kunjungi website Jasa Aqiqah Jabodetabek

Tak ada yang langgeng. Kelahiran serta kematian adalah suatu yang tentu berlangsung di bumi ini. Apabila satu orang mati, jadi pastinya ada acara yang wajib disediakan. Dalam Islam antara lain pemandian mayat, sholat mayat, sampai pengangkutan ke penguburan.

Terus bagaimanakah sama mereka yang anyar lahir ke muka bumi? Mereka pun punya acara yang wajib disediakan. Di Islam beribadah itu itu dikatakan aqiqah.

Penjelasan aqiqah yaitu beribadah yang telah dilakukan selaku wujud sukur atas kelahiran dari seseorang manusia. Wujud aqiqah ialah sembelihan yang disembelih sebab kelahiran anak. Ada hadits yang mengucapkan kalau aqiqah yaitu hak anak.

Menurut banyak ulama dasar hukum Aqiqah yaitu sunnah muakkad, walaupun sang ayah lagi pada situasi sulit. Aqiqah udah dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. serta banyak kawan akrabnya.

Tentang waktu implementasi aqiqah, ada bimbingan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sama dengan hadist berikut ini;

Dari Samurah bin Jundub (diriwayatkan kalau) kenyataannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: “Tiap-tiap anak terkait pada aqiqahnya, disembelih atas namanya dalam hari ke-7  (kelahirannya), dicukur (rambutnya) serta disebut” (HR. Abu Dawud).

Dari hadist itu dapat dimengerti kalau aqiqah dilakukan dalam hari ke-7  seusai kelahiran sang bayi. Lantas pertanyannya bagaimana apabila seseorang anak telat diaqiqah?

Baik. Menurut banyak ulama, apabila tak dapat dikerjakan dalam hari ke tujuh itu, jadi bisa dikerjakan di beberapa hari yang lain kendur. Namun demikian waktunya dibatas sampai anak itu baligh, sama dengan disyaratkan dalam hadits di atas lewat kata “ghulam” yang bermakna anak. Kalau sudah baligh karenanya tidak disunnahkan kembali melaksanakan aqiqah sebab udah jauh waktunya dari hari kelahirannya.

Oleh sebab itu, apabila ayah saudara tak melaksanakan aqiqah atas nama anda dulu, jadi anda tak miliki keharusan buat mengaqiqahi diri kita sendiri. Anda pun tak usah terasa bersalah atau berdosa kepada diri kita sendiri atau ayah anda, sebab hukum aqiqah pun bukan mesti, namun sunnah muakkadah.

Anda pun tak usah mengaqiqahi diri kita sendiri sewaktu udah dewasa sebab hal semacam itu tak disyariatkan serta tak disunnahkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam., banyak kawan akrab serta banyak ulama tak melaksanakan perihal itu.

Info Lainnya kunjungi jasa layanan aqiqah terpercaya dan profesional

By nasya